Langsung ke konten utama

Investasi dulu atau Asuransi dulu?

Banyak orang Indonesia yang berpendapat bahwa memiliki Investasi terlebih dahulu adalah hal yang benar.

Apakah Anda adalah salah satu orang yang berpikiran demikian?

Coba kita kaji lebih dalam lagi

Pola Pemakaian Uang Orang Indonesia secara garis besar adalah sebagai berikut (Pola 1) :
1. Untuk kebutuhan hidup
2. Untuk tabungan
3. Untuk Investasi
4. Untuk Asuransi (penting/tidak penting, tidak punya juga tidak apa-apa)

Sebenarnya, pola pemakain uang yang benar adalah sebagai berikut (Pola 2) :
1. Untuk kebutuhan hidup
2. Untuk asuransi
3. Untuk tabungan
4. Untuk investasi

Apabila Anda adalah orang yang hidup dengan pola 1, pernahkah terpikirkan oleh Anda bahwa "Apabila terjadi suatu musibah atau salah satu Anggota keluarga Anda terdiagnosa sakit kritis, Anda harus mengorbankan tabungan dan investasi Anda karena Anda tidak punya asuransi?"

Pada pola 2, Apabila terjadi suatu musibah atau salah satu dari anggota keluarga kita terdiagnosa penyakit kritis, sudah ada asuransi yang menyiapkan dana tunai sehingga tabungan dan investasi Anda tidak terganggu gugat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Ingin Tertipu Investasi Bodong? Perhatikan Beberapa Hal Berikut

Ada berbagai faktor yang melatar-belakangi terjadinya kerugian dalam berinvestasi, dua di antaranya adalah pengetahuan investasi yang masih minim dan banyaknya penipuan mengatasnamakan investasi yang dikenal dengan sebutan investasi bodong. OJK secara berkala melalui situs www.sikapiuangmu.ojk.go.id telah melakukan pengkinian data terhadap jumlah perusahaan atau lembaga dengan produk investasi yang diduga ilegal dan wajib diwaspadai. Ada dua skema yang biasa digunakan, yang dapat dikategorikan investasi bodong. Mari kita pelajari satu per satu. Skema Ponzi (Ponzi Scheme) Skema Ponzi atau dikenal juga sebagai money game tergolong banyak digunakan dalam penipuan investasi bodong. Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi, pria asal Italia yang lebih dikenal sebagai Charles Ponzi setelah pindah ke Amerika, bisa disebut sebagai Godfather dari skema Ponzi. Pada 1920, Ponzi menjanjikan keuntungan sebesar 50% dalam jangka waktu 45 hari dan 100% untuk 90 hari sejak investor me...

Seni Menghabiskan Uang Secara Bijak

Anda tidak akan pernah meraih kebebasan finansial, jika Anda tidak bijak dalam menghabiskan uang. Menghabiskan uang secara bijak adalah seni itu sendiri. Dan ada beberapa teknik untuk menghabiskan uang, salah satunya adalah dengan menjauhkan diri dari membeli hal-hal yang tidak Anda perlukan. Cara yang lainnya adalah dengan cara mengalokasikan uang yang Anda miliki dengan rutin menabung dan investasi. Menabung bagi sebagian orang memang menyulitkan. Ditambah dengan kebiasaan belanja yang buruk, menyebabkan gaji bulanan bisa habis sebelum waktunya. Dibutuhkan inovatif yang cermat walau memerlukan penyesuaian yang tidak gampang. Tapi, jika anda ingin berubah, hal itu dapat diatasi. Untuk menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan bukan berarti membuat anda harus hemat dalam segala hal. Cukup dengan mengatur uang secara bijak atau berbelanja dengan hati-hati dapat membuat tabungan anda meningkat. Berikut cara hemat untuk menggunakan uang dalam berbelanja: 1. Hindari menghabiskan ...

8 Hal Yang Anda Kira Bikin Untung, Tetapi Malah Bikin Buntung

Setiap orang pasti selalu berusaha untuk hidup hemat, dengan caranya sendiri-sendiri. Sayangnya seringkali niat hemat malah jadi boros, karena kita kurang cermat dalam pelaksanaannya. Ada beragam cara yang ditawarkan produk konsumer untuk memikat pembeli. Cara tersebut misalnya dengan menggulirkan program promo, diskon gila-gilaan, atau perang harga. Jika Anda menemukan program yang tampaknya menawarkan harga lebih murah, jangan buru-buru tergiur. Karena jika tidak cermat, Anda bukanlah berhemat, tapi justru mengeluarkan lebih banyak uang di kemudian hari. Apakah Anda pernah melakukan 8 cara berhemat yang keliru di bawah ini? 1. Membeli produk semata-mata karena murah Harga memang menjadi penentu keputusan membeli sebuah produk. Tapi prinsip ini tidak bisa dipukul rata, lho. Dalam membeli produk yang akan sering kita pakai, seperti furnitur atau pakaian, ada baiknya kita memilih produk berkualitas, yang biasanya cenderung mahal. Beli produk murah tapi cepat rusak? Bisa jadi An...